TIPS-TIPS FOTO PORTRAIT
Ini sedikit cerita dibalik foto tersebut, tiga foto ini adalah 3 foto portrait pertama saya dan foto ini dalam rangka pembukaan komunitas fotografi di Pekanbaru. komunitas ini dinamakan komunitas fotopendingpku di acara tersebut saya bayak bertemu dengan para fotografer Pekanbaru dan dalam acara ini tidak hanya sekedar berkumpul tapi disini kami juga berbagi pengalaman dan sharing satu sama lain dan ditutup dengan acara foto model dan foto bersama.
1. Gunakan lensa
focal length panjang
Mungkin banyak orang atau para fotografer menyatakan bahwa lensa 50 mm
merupakan lensa portrait yang cocok, Tetapi pada kenyataanya akan memberikan
perspektif yang sangat umum(dengan gambar-gambar lain). Untuk menghasilkan
gambar yang lebih menarik cegah penggunaan lensa 50 mm atau mid range focal
length. Kebanyakan portrait yang dihasilkan wayne dengan menggunakan focal
length 200mm atau minimal 85 mm. Dengan focal length lebih panjang maka blur pada area background akan lebih baik dan lembut dan
nampak lebih dekat dengan subjek karena karakter lensa ini adalah memperdekat
subjek dengan background, yang tentunya berbeda dengan lensa wide yang justru
memperjauh. Mungkin akan terasa sulit berkomunikasi dengan subjek pada jarak
jauh menggunakan lensa 200mm, namun hasil yang didapatkan akan lebih berharga.
Solusinya adalah mengajak serta asisten atau partner untuk berkomunikasi dengan
subjek.
2. Hindari eye level
Banyak foto atau gambar yang dihasilkan para fotografer adalah
setara dengan mata atau eye level. Tetapi berani mencoba hal baru yakni dibawah eye
level untuk menghasilkan perspektif baru. Teknik ini juga bisa lebih
menyetarakan subjek lebih dari 1 dengan tipe tubuh berbeda dan tinggi berbeda.
3. Gunakan flash
dari arah berbeda
Menerangi subjek dengan flash dari kamera akan menghasilkan
wajah subjek yang datar sehingga akan menghilangkan kesan dimensi. Sebaliknya
terangi flash dari samping sehingga kita bisa menghasilkan keduanya yakni light
dan shadow. Cahaya dari samping juga akan membantu menonjolkan detail subjek
dan cara ini cocok dipadukan dengan portrait environment dimana landscape
sebagai background akan tampil sangat menarik.
4. Atasi sinar matahari dengan
flash
Melakukan sesi pemotretan pada tengah hari bukanlah tugas mudah apalagi
tanpa bantuan cahaya buatan. Namun dengan membawa beberapa sumber cahaya kita
dapat mengalahkan kekuatan sinar matahari dan menggelapkan background/area
sekitar namun menerangi subjek sehingga didapatkann portrait yang proporsional.
Dengan speedlite kita bisa mengalahkan sinarmatahari, melakukan underexposure
bagian langit dengan pencahayaan yang sangat kuat terhadap subjek. Jadi paling
tidak kita membutuhkan dua bantuan speed lite untuk menyinari subjek dari
dekat.
5. Temukan backlight
Tentu akan membutuhkan banyak waktu dan
pengalaman untuk melatih mata menemukan cahaya yang istimewa untuk portrait.
Namun sekali kita menguasai kemampuan tersebut dengan mudah kita akan menghasilkan
portrait yang menarik dalam situasi apapun. Lighting/pencahayaan merupakan
esensi dari fotografi portrait atau fotografi jenis apapun. Apakah anda
menggunakan jendela, lampu neon, atau lampu pijar tetap mampu menghasilkan edge
light bila ditempatkan dibelakang subjek. Efek dari rim light/edge light ini
sangat baik untuk memisahkan subjek dari background, dan memperkuat outline
subjek sehingga focus viewer akan tetap tertuju pada subjek utama.
6.
Gunakan siluet dan manfaatkan refleksi
Belajar
untuk melihat permukaan benda reflektif dan siluet akan memberikan kita
kesempatan lebih untuk meningkatkan kualitas gambar. Untuk siluet kuncinya
adalah menemukan sumber cahaya yang kuat dan tempatkan dibelakang subjek.
Sumber cahaya tersebut bisa apapun, cahaya jendela atau cahaya matahari. Untuk
refleksi cobalah lebih kreatif menangani benda-benda yang dapat memantulkan
cahaya karena banyak sekali benda-benda tersebut berada didekat kita seperti
lantai, kaca, temnok granit dan genangan air.
7.
Gunakan framing
Framing sangat bermanfaat dalam menyusun komposisi. Framing
juga bisa berupa benda apapun termasuk dedaunan, pintu atau jendelayang bisa
membingkai, tidak perlu disemua sisi karena atas bawah atau samping kiri dan
kanan saja sudah cukup. Memotret melalui benda berlubang diarea foreground juga
mampu menghasilkan efek framing yang lembut. Gambar yang dihasilkan juga akan
nampak unik. Penggunaan lensa tele sangat dianjurkan agar foreground nampak
buram dengan bokeh yang lembut.
8. Menggunakan
matahari sebagai sumber cahaya
Banyak orang yang menghindari area terekspos sinar matahari
tajam, namun sinar tersebut justru bisa dimanfaatkan dengan cara menambah
pencahayaan dari arah yang sama dengan arah datangnya sinar matahari. Dengan
cara demikian shadow yang muncul akan semakin pekat. Dengan mengekspos area
yang telah terekspos oleh matahari maka subjek akan mendapatkan penerangan yang
baik sehingga kita bisa melakukan underexpose untuk area sekitar.
9. Menggunakan gel pada speedlite
Menambahkan orange maupun blue gell pada speedlite akan secara dramatis merubah
mood gambar portrait. Seringkali dalam kasus blue hour kita akan berhadapan
dengan cahaya kebiruan, dan menambahkan gel orange akan memperkuat kesan hangat
sehingga akan tercipta kontras dan subjek akan tertonjolkan dengan baik.
10. Menggunakan video light
Video light akan sangat berguna sebagai sumber cahaya portrait dalam situasi
gelap. Hal istimewa dari video light adalah cahaya yang terus menerangi subjek
sehingga kita akan tahu bagaimana hasil akhir gambar dari kamera. LED video
light bisa digunakan yang dapat menyala selama 2 jam, dan merupakan alternatif
dalam ruang gelap.
dalam blog ini mungkin saya sedikit banyak nya mempelajari sesi potret juga dari pengalaman dan dari beberapa referensi dari link salah satu nya link tersebut, tetapi dalam blog ini saya juga meggabungkan dari pengalaman saya dan link tersebut.



Komentar
Posting Komentar